Pusat Informasi

Berita & Pengumuman

Dapatkan informasi terbaru, kegiatan sekolah, dan pengumuman penting seputar sivitas akademika kami.

MTsN 2 Aceh Barat Laksanakan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah Desa Beureugang
10 Aug 2026
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Laksanakan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah Desa Beureugang

Aceh Barat, 10 Agustus 2026 — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Barat turut menyukseskan GEBER MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Hidayah, Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. GEBER MAS merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, MTsN 2 Aceh Barat melibatkan Dewan Guru dan  siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Sejak kegiatan dimulai, para guru dan siswa tampak antusias bergotong royong membersihkan lingkungan Masjid Al-Hidayah. Berbagai aktivitas dilakukan, mulai dari membersihkan halaman masjid, menyapu dan merapikan lingkungan sekitar, membersihkan bagian dalam masjid sehingga nyaman bagi jamaah. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Sudirman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam GEBER MAS bukan sekadar kegiatan kebersihan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. “Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Melalui GEBER MAS, anak-anak belajar tentang kebersamaan, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah,” ujar Sudirman. Menurutnya, masjid merupakan tempat yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam sehingga kebersihan dan kenyamanannya harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk senantiasa menjaga kebersihan, baik di madrasah, masjid, maupun lingkungan tempat tinggal. Kepala Madrasah juga Mengucapkan terimakasih kepada Pihak BKM dan Pak Keuchik gampoeng Beureugang yang telah memberi dukungan untuk terlaksananya kegiatan tersebut. Sementara itu, Waka Humas MTsN 2 Aceh Barat, Wahidin, S.Pd.I., mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam GEBER MAS merupakan bentuk nyata pembinaan kepedulian sosial dan keagamaan. “Kami ingin siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan bergotong royong membersihkan masjid, mereka belajar bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari amal dan tanggung jawab bersama,” ungkapnya. Para anggota OSIM juga terlihat aktif membantu para guru dalam seluruh rangkaian kegiatan. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya hidup bersih, peduli lingkungan, cinta masjid, dan semangat gotong royong di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, peduli lingkungan, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. GEBER MAS: Bersih Masjidnya, Nyaman Ibadahnya, Mulia Amal Bersamanya.

admin
Baca
Pembinaan ASN Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI Digelar di MTsN 2 Aceh
22 Jul 2026
Berita

Pembinaan ASN Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI Digelar di MTsN 2 Aceh

Aceh Barat – Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI yang dipusatkan di MTsN 2 Aceh Barat, Kamis (23 Juli 2026).   Kegiatan ini dihadiri oleh para ASN dari berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama yang berada di wilayah kerja Kecamatan Kaway XVI. Pembinaan bertujuan untuk memperkuat profesionalisme, integritas, disiplin, serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan semangat reformasi birokrasi.   Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam pembinaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kedisiplinan, serta membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.   Beliau juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga nama baik institusi, serta menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus menjaga nilai-nilai moderasi beragama dan persatuan bangsa.   Ketua panitia kegiatan, Sudirman, S.Pd.I., selaku Kepala MTsN 2 Aceh Barat, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat atas kehadiran dan pembinaan yang diberikan kepada seluruh ASN.   "Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat penting untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan disiplin kerja, serta membangun sinergi antarsatuan kerja di wilayah Kecamatan Kaway XVI. Kami berharap pembinaan ini memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," ujar Sudirman.   Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti setiap sesi pembinaan dengan serius, termasuk sesi dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada ASN untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Agama.

admin
Baca
Ekoteologi Islam: Dari Kerakusan Konsumsi Menuju Keharmonisan Alam Oleh:Drs.H.Najmussaqib M.Pd (Kepala MTsN 2 Aceh Barat)
12 Jan 2026
Berita

Ekoteologi Islam: Dari Kerakusan Konsumsi Menuju Keharmonisan Alam Oleh:Drs.H.Najmussaqib M.Pd (Kepala MTsN 2 Aceh Barat)

Setiap hutan terbakar, sungai tercemar dan terjadi polusi udara telunjuk sering menunjuk perusahaan besar: perkebunan sawit, tambang, atau industri berat. Wajar marah. Tapi, pernahkah kita menoleh ke diri sendiri? Banyak kerusakan terjadi karena permintaan konsumen sehari-hari, bukan semata-mata ulah industri.   Industri tidak berjalan sendiri. Setiap plastik sekali pakai yang kita ambil tanpa berpikir, gadget baru yang diburu meski yang lama masih berfungsi, atau barang murah yang dibeli saat promo, memberi sinyal kepada perusahaan bahwa eksploitasi sumber daya harus terus berlangsung. Pola konsumsi inilah mesin penggerak kerusakan bumi.   Krisis lingkungan modern sering dikaitkan dengan kegiatan industri, tetapi akar masalahnya lebih dalam. Menurut Fikria Najitama dan Chusnul Chotimah dalam Islam dan Krisis Lingkungan Hidup (2016), krisis spiritual dan cara pandang manusia terhadap alam menjadi faktor utama. Pandangan antroposentris, yang menempatkan manusia sebagai pusat sementara alam hanya dianggap objek, menimbulkan ekses destruktif. Etika dan tindakan manusia sering lebih diarahkan pada sesama manusia, sementara tanggung jawab terhadap lingkungan diabaikan.   Penulis menekankan pentingnya rekonstruksi paradigma Islam melalui teologi, etika, dan fiqh yang ramah lingkungan, agar ajaran agama bisa merespons persoalan ekologis secara kontekstual. Dengan pendekatan ini, manusia diharapkan mampu menjaga keseimbangan alam tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan moral, sehingga krisis lingkungan bisa ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.   Budaya konsumtif modern — membeli barang yang tidak perlu, mengabaikan sampah, atau mengeksploitasi sumber daya berlebihan — adalah manifestasi nyata paradigma yang menempatkan manusia di pusat alam. Kita, sebagai konsumen, ikut mendorong kerusakan lingkungan.   Hidup serba instan: ambil, pakai, buang. Kenyamanan cepat dianggap ukuran kesejahteraan. Akibatnya, sampah menumpuk, sungai hitam, udara berat, dan ekosistem kehilangan keseimbangan. Kritik terhadap perusahaan sering keras, namun kita jarang menoleh ke keranjang belanja sendiri. Tanpa permintaan kita, industri pun kehilangan alasan menjarah hutan.   Di sinilah ekoteologi Islam hadir sebagai pedoman. Kita bukan penguasa bumi, melainkan khalifah yang diberi amanah menjaga ciptaan Allah. Tauhid menegaskan keterkaitan seluruh makhluk. Mizan mengingatkan keseimbangan alam. Larangan israf dan tabdzir menegaskan batas moral terhadap gaya hidup boros.   Al-Qur’an menegaskan: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya (QS. Al-A’raf: 56). Juga disebutkan: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka” (QS. Ar-Rum: 41). Ayat-ayat ini bukan sekadar peringatan, tetapi panduan moral untuk bertindak bijak terhadap alam.   Quraish Shihab menekankan bahwa agama mengajarkan pentingnya keseimbangan, yang tercermin dalam tuntunan sehari-hari. Ia menyoroti perlunya menjaga kebersihan air, sanitasi, serta menghindari pemborosan makanan dan minuman. Sikap mubazir, menurutnya, merupakan perilaku yang tidak sejalan dengan ajaran agama dan berdampak negatif pada lingkungan.   Berlebihan dalam membeli atau memasak makanan, yang kemudian menjadi sampah, sama artinya dengan menghabiskan sumber daya alam secara sia-sia. Shihab mengingatkan umat agar hanya membeli dan memasak secukupnya, serta memanfaatkan sisa makanan dengan memberikannya kepada orang lain. Menjaga lingkungan, katanya, adalah bagian dari tuntunan agama (NU Online).   Dengan demikian, manusia sebagai khalifah memiliki amanah untuk mengelola dan memelihara bumi secara bijak, bukan menaklukkan atau mengeksploitasinya. Tanggung jawab ini bagian dari ibadah sekaligus kewajiban moral dan spiritual.   Penyelesaian krisis lingkungan tidak bisa menunggu regulasi atau menyalahkan perusahaan semata. Perubahan dimulai dari diri sendiri. Zuhud bukan anti kemajuan, tetapi anti kerakusan. Cukup menahan godaan konsumsi yang tidak perlu, dan hidup sederhana tanpa merusak moral maupun alam.   Bayangkan jika rumah-rumah di negeri ini menata hidup sederhana. Konsumsi impulsif berkurang, pasar komoditas destruktif menyusut, dan industri pun tak terdorong merusak alam. Penyelamatan bumi menjadi perjuangan spiritual sekaligus praktis.   Sebelum telunjuk diarahkan ke perusahaan besar lagi, mari menengok isi keranjang belanja kita. Apakah berisi kebutuhan nyata atau sekadar keinginan yang menumpuk? Musuh terbesar alam bukan jauh di sana, tetapi kerakusan yang diam-diam kita pelihara sendiri.

Drs.H.Najmussaqib,M.Pd
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Peringati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan Penuh Khidmat
25 Nov 2025
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Peringati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan Penuh Khidmat

Meulaboh – MTsN 2 Aceh Barat menyelenggarakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan penuh khidmat pada Selasa, 25 November 2025. Seluruh dewan guru, staf, serta siswa turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah. Tema HGN tahun ini adalah “Merawat Semesta dengan Cinta”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh pendidik dan peserta didik untuk terus menumbuhkan rasa peduli, empati, serta cinta kasih dalam proses pendidikan. Tema ini juga mendorong para guru untuk terus memberikan dedikasi terbaik dalam membimbing generasi penerus bangsa. Bertindak Sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Sudirman,S.Pd.I Selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum,dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru atas pengabdian dan komitmen mereka dalam mencerdaskan anak bangsa. Beliau juga menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan HGN juga Dirangkai dengan Pemberian Piagam Penghargaan Kepada Seluruh Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan Oleh Kepala MTsN 2 Aceh Barat Drs.H.Najmussaqib,M.Pd. Atas Dedikasi Para Guru dan Tendik dalam Memajukan Madrasah,Juga sebagai wujud Syukur dan terimakasih atas pengabdian yang telah dilakukan. Peringatan HGN ke-80 di MTsN 2 Aceh Barat menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian demi terwujudnya pendidikan yang lebih bermartabat dan berdaya saing. Kegiatan ditutup dengan Penampilan Beragam Kesenian dan Puisi dari Siswa/I MTsN 2 Aceh Barat yang dipersembahkan Kepada Guru-guru Mereka Pada Moment yang sangat berbahagia.

admin
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Fasilitasi Kegiatan MPU Aceh Barat  Saweu Sikula
24 Nov 2025
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Fasilitasi Kegiatan MPU Aceh Barat Saweu Sikula

Aceh Barat — MTsN 2 Aceh Barat kembali memperkuat perannya sebagai madrasah yang peduli pembinaan karakter dengan memfasilitasi pelaksanaan MPU Saweu Sikula, sebuah program Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) untuk memberikan edukasi keagamaan serta Sosiali Fatwa MPu Aceh kepada Seluruh Warga Madrasah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 November 2025 itu diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di halaman madrasah dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Utusan MPU Aceh Barat Tgk. Jasman menyosialisasikan beberapa fatwa penting yang sangat relevan dengan kehidupan Pelajar, yakni: 1. Kewajiban Taat kepada Orang Tua dan Guru Tgk.Jasman menegaskan bahwa menaati orang tua dan menghormati guru merupakan kewajiban yang memiliki nilai ibadah. Siswa diingatkan agar senantiasa menjaga sopan santun, tidak membantah, dan memuliakan kedua pihak sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam. 2. Hukum Pembegalan (Jarah & Hirabah) Tgk.Jasman menjelaskan bahwa tindakan pembegalan termasuk perbuatan kriminal berat yang bertentangan dengan syariah dan dapat mengancam keamanan masyarakat. Utusan MPU tersebut menegaskan bahwa pembegalan termasuk dosa besar dan pelakunya dapat dikenai hukuman syar’i maupun hukum negara. 3. Larangan Bullying dan Kekerasan Antar Pelajar Para siswa dibimbing untuk memahami bahwa bullying—baik verbal, fisik, maupun melalui media sosial—merupakan tindakan zalim yang sangat dilarang dalam Islam. MPU mengajak seluruh siswa untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan saling menghargai serta Berkasih Sayang. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Drs. H. Najmussaqib, M.Pd., Melalui Wakil Kepala Bidang Kurikulum Sudirman,S.Pd.I. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada MPU Aceh Barat. “Materi yang disampaikan MPU hari ini sangat penting bagi peserta didik. Fatwa-fatwa ini menjadi pedoman moral bagi siswa agar terhindar dari pergaulan negatif dan tumbuh sebagai generasi berkarakter Islami,” ujarnya. Melalui kegiatan MPU Saweu Sikula ini, MTsN 2 Aceh Barat berharap terjalin kerja sama berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan akhlak dan memberikan edukasi hukum syariah kepada seluruh Warga Madrasah terutama kepada peserta didik.  

admin
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
30 Oct 2025
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Aceh Barat — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Barat menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat pada Kamis 30 Oktober 2025 di halaman madrasah setempat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa MTsN 2 Aceh Barat Serta Turut hadir pula Oleh Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Camat Kaway XVI, serta perwakilan dari Puskesmas Kaway XVI,yang memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini.   Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Bapak Drs.Najmussaqib,M.Pd ,Yang diwakili oleh Waka Bidang Kurikulum Bapak Sudirman,S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda madrasah. “Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai pengingat bagi kita semua untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan semangat cinta kepada Rasulullah SAW,Dengan Menjadikan Nabi Muhammad Sebagai Idola dalam Kehidupan” ujar beliau. Acara tersebut turut menghadirkan penceramah agama, Tgk.Zulrizal, yang dalam tausiyahnya mengajak para siswa untuk meneladani sifat amanah, jujur, dan kasih sayang yang dimiliki Nabi Muhammad SAW,Suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan antusiasme, terlihat dari perhatian para siswa selama mendengarkan ceramah. Selain tausiyah, kegiatan Maulid juga diisi dengan pembacaan shalawat dan penampilan seni Islami dari siswa-siswi MTsN 2 Aceh Barat seperti Hadroh,Pidato,Puisi dan Zikir Maulid. Kegiatan diakhiri dengan jamuan makan bersama seluruh keluarga besar madrasah. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik dan seluruh warga madrasah

admin
Baca
Kepala MTsN 2 Aceh Barat Serahkan Penghargaan dan Bonus Kepada Siswa Pemenang OMI Tingkat Kabupaten
22 Sep 2025
Berita

Kepala MTsN 2 Aceh Barat Serahkan Penghargaan dan Bonus Kepada Siswa Pemenang OMI Tingkat Kabupaten

Meulaboh – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Barat Drs.H.Najmussaqib,M.Pd, menyerahkan penghargaan dan bonus kepada Safaratun Shafwa siswi yang berhasil meraih prestasi pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten tahun 2025. Penyerahan dilakukan secara langsung di halaman madrasah pada Senin,22 September 2025, sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Kepala MTsN 2 Aceh Barat menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pencapaian siswa. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa semangat belajar, kerja keras, serta dukungan guru dan orang tua mampu melahirkan generasi berdaya saing di era digital. “Keberhasilan ini bukan hanya membawa nama baik pribadi siswa, tetapi juga mengharumkan madrasah. Kami berharap penghargaan dan bonus ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap Kepala Madrasah. Siswa yang menerima penghargaan tersebut merupakan pemenang pada bidang Study IPA, sesuai dengan cabang lomba yang dipertandingkan dalam OMI. Selain itu, guru pembimbing juga mendapatkan apresiasi khusus atas dedikasi dan bimbingan yang diberikan. Acara penyerahan penghargaan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebanggaan,setelah melaksanakan upacara bendera hari senin.

admin
Baca
115 Siswa MTsN 2 Aceh Barat Terima PIP Tahap Pertama Tahun 2025
16 Sep 2025
Berita

115 Siswa MTsN 2 Aceh Barat Terima PIP Tahap Pertama Tahun 2025

Meulaboh – Sebanyak 115 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Barat) menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahap pertama tahun 2025. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Kementerian Agama untuk membantu siswa madrasah, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala masalah ekonomi. Proses penyerahan dilakukan secara resmi dengan pembagian buku rekening tabungan PIP oleh pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Padang Sikabu langsung kepada orang tua siswa penerima. Langkah ini sekaligus memastikan agar bantuan dapat dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Kepala MTsN 2 Aceh Barat Bapak Drs.H.Najmussaqib,M.Pd,dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah serta pihak perbankan yang telah menyalurkan bantuan ini. “Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 115 siswa kita terdaftar sebagai penerima PIP tahap pertama. Semoga dana ini benar-benar dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan anak-anak, seperti membeli buku, seragam, atau perlengkapan sekolah lainnya,” ungkap Kepala Madrasah. Beliau juga mengingatkan agar para orang tua menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan pendidikan anak, sehingga tujuan pemerintah dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan dapat tercapai. Program Indonesia Pintar diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin giat belajar, meningkatkan prestasi, serta mengurangi angka putus sekolah akibat keterbatasan biaya.

admin
Baca